Continuous Self Improvement

Penulis : Dra Puspita Zorawar, M.Psi.T*

*Penulis adalah Expertise Personal Development Indonesia.


Ketika artikel ini sampai di tangan para pembaca sekalian, kita semua baru saja merayakan saat–saat pergantian tahun dari 2011 ke 2012. Setiap kita tentu saja punya cara sendiri merayakan saat-saat pergantian tahun.

Beberapa keluarga berbelanja dan mempersiapkan masakan-masakan spesial untuk malam Tahun Baru 2012 bersama seluruh keluarga, namun tentu saja ada beberapa di antara kita yang di malam pergantian tahun tidak memiliki kesempatan berkumpul bersama keluarga karena satu dan lain hal.

Tak terasa tahun 2011 sudah berakhir. Waktu terus berjalan, time is always clocking, never stop. Untuk seseorang yang memiliki kesibukan, rasanya waktu berjalan begitu cepat. Namun untuk seseorang yang tidak memiliki kesibukan, malah akan merasa sebaliknya, yaitu waktu serasa berjalan begitu lambat.

Artikel minggu lalu saya mengajak pembaca sekalian untuk bersama-sama melaksanakan evaluasi diri 2011 dan selalu belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan. Selanjutnya melalui tulisan ini, marilah kita sama-sama melaksanakan resolusi diri 2012 yang merupakan sesuatu yang sangat penting dalam managemen diri.

Kata resolusi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diterjemahkan sebagai re·so·lu·si /résolusi/ n putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal: rapat akhirnya mengeluarkan suatu -- yang akan diajukan kepada pemerintah.

Pengertian sederhana dari kata resolusi diri 2012 berarti sebuah harapan, cita-cita, aktivitas-aktivitas yang riil dan aplikatif dapat kita capai di sepanjang tahun 2012. Poin-poin yang kita canangkan dalam resolusi diri 2012 bukan hanya sebuah kata yang kita susun, tapi akan dilupakan setelah momentun Tahun Baru 2012.

Menyusun resolusi diri 2012 harus kita mulai dari sebuah kesadaran bahwa setiap kita harus selalu melaksanakan self improvement secara terus-menerus dalam membangun kompetensi diri sesuai peran dan tanggung jawab kita masing-masing, termasuk peran dan tanggung jawab kita sebagai orang tua dan anggota keluarga, sebagai bagian dari organisasi kita bekerja, dan sebagai seseorang yang memiliki visi dalam karya pekerjaan dan profesi kita sehari-hari.

Setiap kita memilki potensi yang harus terus-menerus digali dan marilah kita kontribusikan lebih baik dalam setiap karya kita di tahun 2012.

Sebagai acuan kita membuat poin-poin dalam resolusi diri 2012. Ada beberapa poin penting seperti yang sering digunakan dalam pencapaian sebuah goals (tujuan), yaitu harus SMART: Spesific, Measurable, Achievable, Reasonable, dan Timeline.

  • Spesific (jelas dan realistis), seorang Ibu yang bekerja membuat poin yang spesifik dalam resolusi diri 2012, misalnya, harus lebih bisa meningkatkan komunikasi yang efektif dengan anak-anaknya.
  • Measurable (terukur), marilah kita menulis target-target apa yang dapat kita capai di tahun 2012. Misalnya, sebagai orang tua yang ingin anak-anaknya lebih berhasil lagi atau sebagai profesional yang dapat mencapai achievement yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
  • Acheivable (dapat dicapai), marilah kita membuat poin-poin aktivitas apa agar seluruh potensi kita dapat dimaksimalkan dan akhirnya dapat mencapai sebuah tujuan.
  • Reasonable (beralasan), apakah kita memahami setiap makna dari setiap usaha self improvement kita di tahun 2012.
  • Timeline (batas waktu), setiap kita membuat target, marilah kita sadari bahwa sebuah target harus memilki deadline (batasan waktu), bisa satu bulan, dua bulan atau satu semester. Marilah kita mengatur (me-manage) waktu kita agar kita dapat memenuhi deadline dari target-target kita.

Losers make promises they often break, and winners make commitments they always keep (Denis Waitley). Marilah kita membuat komitmen dari setiap janji-janji kita dalam Resolusi Diri 2012.

Action dan action, terus-menerus memperbaiki diri kita dalam setiap peran kita (continuos self improvement), termasuk dalam menghadapi setiap tantangan perubahan yang akan terjadi di tahun 2012.

A pessimist sees the difficulty in every opportunity; an optimist sees the opportunity in every difficulty (Winston Churchill). Selamat Tahun Baru 2012, selamat meraih peluang-peluang baru di sepanjang 2012. Selamat menjadi bagian dari perubahan Indonesia yang lebih baik.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar